Tuesday, November 2, 2010

SUZUKI SKYDRIVE DYNAMATIC 125


Antara Spin dan Skywave

1804skydrive-gt-01.jpgJika sobat jeli ketika datang ke Jakarta Motorcycle Show 2008 lalu, Suzuki Skydrive Dynamatic 125 sudah diperkenalkan di stan Suzuki. Tapi, saat itu kenalannya agak malu-malu alias nggak terang-terangan. Macam jinak-jinak merpati, Skydrive kala itu dikamuflase dengan kelir krom di antara deretan motor konsep lain.

Profil Skydrive tidak diulas sendirian, tapi dipaparkan di antara ‘kakak-kakaknya’ yang sudah lebih dulu hadir.1805skydrive-gt-02.jpg Yap, Suzuki Spin 125 dan Suzuki Skywave 125. Skubek yang bakal dilaunching akhir Maret atau awal April ini, melengkapi jajaran skubek Suzuki di semua segmen. Low-end, middle dan high-end.

Harga yang bakal dipatok untuk Skydrive, sekitar Rp 13 jutaan. Artinya nilai jual itu di antara Spin dan Skywave kan? Dengan kondisi ini, gimana dengan kelebihan yang ditawarkan. Untuk itu Skydrive dipertemukan langsung dengan kedua saudaranya. Gimana performa Skydrive di antara ‘mereka’. Mantapkan?

LEBIH MAKSIMAL DI PUTARAN ATAS

1806skydrive-gt-03.jpgPenyemplak Spin 125 atau Skywave 125 pasti sudah tahu. Akselarasi kedua skubek ini tak diragukan. Meskipun untuk dapat tenaga putaran atas, Spin 125 sedikit pontang-panting dibanding Skywave 125 yang lebih sip melesat cepat.

Nah, Skydrive yang punya dimensi mirip Spin 125, rasanya tidak akan alami kendala seperti itu. Sebab meski sama-sama didukung volume silinder 124 cc (hasil dari bore 53,5 mm x stroke 55,2 mm), nyatanya engine Skydrive disuport komponen pendukung yang sedikit mengalami perubahan.

Perbedaan itu dirasakan saat terima tawaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk riding impresion di pabrik Suzuki Cakung, Bekasi Timur. Terbukti akselarasi tetap galak dan tak kekurangan power di gasingan atas. (Jelasnya baca ulasan riding impresion).

Ketika ditelusuri lebih dalam, benar aja tuh! Ternyata perubahan paling mencolok tampak pada boks filter dan silincer knalpot. Kedua part itu, di Skydrive memiliki dimensi lebih besar dari Spin 125 atau Skywave 125.

Terlihat dari saringan udara Skydrive. Bukan menghadap ke samping kanan macam Spin 125 atau kiri macam Skywave 125, tapi ke atas cuy! Sementara, silencer knalpotnya lebih besar dibanding keduanya.

Artinya perubahan yang terjadi di Skydrive diyakini melebihi kemampuan yang tak dimiliki Spin 125. Khususnya untuk memaksimalkan tenaga putaran atas. Belum lagi perubahan yang terjadi di setingan karburator, walau pabrikan mengaku kalau setingan tetap mengacu pada buku manual.

“Mestinya sih memang ada perubahan setingan komponen di karburator Mikuni BS26. Namun untuk saat ini masih mengacu pada buku panduan Skydrive yang tetap pakai seting Spin 125,” ungkap Firdaus, staf Suzuki Training 2W PT SIS di Kawasan Industri Pulogadung.

Komponen lain yang diklaim mampu meningkatkan performa Skydrive adalah proses pendinginan mesin dan rumah CVT yang lebih optimal. Terlihat pada penerapan 3 lubang pendinginan di rumah CVT dan perubahan bentuk sirip cover kipas pendingin mesin.

“Dengan penambahan dan perubahan komponen ini, pendinginan di mesin dan rumah CVT bisa optimal. Motor tak gampang kepanasan yang jadi penyebab utama turunnya power,” kata Firdaus sambil menujuk karbu Skydrive pakai autochoke. Sip!1807skydrive-gt-04.jpg

PERPADUAN SPIN DAN SKYWAVE

Desain Skydrive Dynamatic 125 ini, menampung kelebihan desain dan fitur yang ada pada Spin 125 dan Skywave 125. Istilah kata, Skydrive ada di tengah. Gitchu, deh! Sejumlah keunggulan dari keduanya juga diambil.

Coba diurut dari dimensinya. Panjang keseluruhan 1.900 mm. Itu artinya lebih pendek dibanding Skywave yang 1.935 mm, meski lebih panjang dibanding Spin 125 yang 1.859 mm (lebih jelasnya, lihat perbandingan dimensinya).

Walau tidak segambot Skywave 125, tapi soal bentuk modern aerodinamisnya cukup menyerupai. Bahkan secara keseluruhan, unsur sporty dan dinamis justru lebih kental. Dilihat dari bentuk keseluruhan cover depan, lampu, sampai buritan yang mirip moge sport masa kini.

1808skydrive-gt-05.jpgBahkan, bentuk cover setang dibuat lebih ramping. Master rem sampai nongol cuma ketutup sebagian. Meski awalnya sedikit terasa aneh, tapi setelah lama berkenalan jadi terbiasa.

Tengok juga bagian dek atau pijakan kaki tengah. Ketimbang Spin 125, posisi kaki di Skydrive jauh lebih leluasa. Karena lekukan bodi depan lebih memungkinkan dengkul maju. Kan dibuat kayak Skywave 125 yang melengkung di bagian tengah dan maju ke depan.

Mungkin karena Skydrive juga mengapalikasi kompartemen macam di Skywave 125 ya? Tapi bagusnya, dek di Skydrive tidak seperti Skywave 125. Lebih mirip Spin 125! Jadi, gak ada sekat antara kaki kanan dan kiri. Posisi kaki juga lebih leluasa. Sementara untuk barang bawaan, maaf kalau cara ini tidak dianjurkan secara safety riding.
1809skydrive-gt-06.jpg
Soal desain pijakan kaki boncenger, lebih menyerupai Spin 125. Begitu juga sok tunggal di belakang dan tidak ada filter udara yang ada di atas CVT. Efeknya, ban gambot juga mudah diterapkan. Lha wong bawaan standar aja sudah lebih besar dari Spin 125 atau Skywave 125.

Ban belakang, punya ukuran 90/90-14. Sementara ban depan 80/90-14. Kalaupun mau digedein lagi, lebih mudah diakalin dibanding Skywave 125? Sayangnya, meski bodi sudah mendekati Skywave 125, tapi bagasi tetap enggak seluas Skywave 125.

Tapi paling tidak, bentuk footstep boncenger membawa ide baru. Konsep seperti ini tidak ditemui pada dua skubek pendahulunya. Secara desain keseluruhan, Skydrive cukup menawan dan layak jadi pilihan?

RIDING IMPRESSION

Makin menarik lagi, bicara soal performa handling yang ditawarkan. Skydrive juga tidak kalah lincah diajak selap-selip di antara deretan handicap di depan mata. Karakter ini, gak jauh beda dengan lincahnya Spin 125.

Gitu juga ketika diajak manuver di tikungan dengan sudut parabola. Skydrive terasa mantap dan tak ada gelaja limbung. Karakter satu ini, lebih mirip dengan Skywave yang ditopang dua sok belakang. Yap, kanan dan kiri. Enggak sebelah kiri doang.

Selain lebih stabil di tikungan, akselerasi bawah dan atas Skydrive terasa mantap. Pelintiran grip gas yang semakin dalam, tetap mengeluarkan power responsif. Sama halnya dengan Skywave 125 yang punya respon lebih mantap ketimbang Spin 125.

Kelebihan lain yang enggak dimiliki Spin 125 di Skydrive ini, yaitu pengereman. Rem belakang terasa lebih menggigit pakem ketika tuas rem ditarik sejadinya. So, ketika tuas di rem depan juga ditarik, motor pun berhenti sempurna di titik yang diinginkan.

DIMENSI SKYWAVE 125

Panjang keseluruhan : 1.935 mm
Lebar keseluruhan : 670 mm
Tinggi keseluruhan : 1.070 mm
Jarak antara as roda : 1.285 mm
Jarak mesin ke tanah : 140 mm
Berat : 113 kg

DIMENSI SPIN 125

Panjang keseluruhan : 1.859 mm
Lebar keseluruhan : 654 mm
Tinggi keseluruhan : 1.046 mm
Jarak antara as roda : 1.244 mm
Jarak mesin ke tanah : 145 mm
Berat : 93 kg

DIMENSI SKYDRIVE DYNAMATIC


Panjang keseluruhan : 1.900 mm
Lebar keseluruhan : 655 mm
Tinggi keseluruhan : 1.050 mm
Jarak antara as roda : 1.265 mm
Jarak terendah dari tanah : 155 mm
Ketinggian tempat duduk : 760 mm
Berat : 108 kg

Suzuki New Satria F-150


Didukung Indikator Pengaman Mesin
565first-ride-new-satria-f-end.jpgDi ajang JMS 2008, Suzuki New Satria F-150 resmi diperkenalkan, Sabtu (6/12) kemarin. Memang dilihat sekilas, secara keseluruhan tak banyak ubahan di sektor sasis maupun mesin yang mengusung kapasitas silinder 147,3 cc DOHC dengan 6 percepatan.

Namun dilihat lebih detail, terjadi ubahan paling 566first-ride-new-satria-f---e.jpgsignifikan pada model batok lampu, berikut panel spidometer. Desain lampu depan lebar menjadi satu dengan sein, serta screen shield mengikuti bentuk lampu. Menurut Edi Darmawan, manager marketing, PT Indomobil Niaga International (IMNI), tampilan ini menegaskan aura hyper-underbone New Satria F-150 yang makin aerodinamis.

568first-ride-new-satria-fendr.jpg“Apalagi didukung desain stripping tribal dengan warna berani, menjadikan tunggangan ini lebih sporty dan sangat serasi bagi kalangan muda,” lanjut pria berkantor di Wisma Indomobil di Jl. M.T. Haryono, Jakarta Timur.

Masih pada batok lampu, PT IMNI menambahkan indikator shift-light di atas panel odometer. Dipercaya, komponen baru di motor seharga Rp 17,8 jeti OTR itu untuk mengamankan mesin dari kerusakan fatal. Selain itu, menghindari kehilangan tenaga akibat over-rev. Makanya begitu lampu putih shift-light nyala di rpm tertentu, pengendara wajib pindah gigi.

Selain di bagian lampu, New Satria F-150 menyodorkan tampilan baru di knalpot. Pelepas gas buang punya moncong Tri-oval Exhaust System yang menyelubungi bagian moncongnya. Penambahan ini percaya guna mempertajam kesan sporty tunggangan beken disebut hyper-underbone.567first-ride-new-satria-f--en.jpg

Penasaran akan perbedaan tadi, di kesempatan yang sama Em-Plus coba merasakan sensasi yang ditawarkan. Meski lokasi buat ngejajal bisa dibilang terlalu sempit jika ingin lakukan manuver, toh uji coba ini tetep menarik. Toh pengetesan detail hanya pada pengunaan piranti yang diubah. Seperti cahaya lampu, fokusnya dan bagian bohlam yang bekerja.

Lanjut kepada fungsi shift-light. Setelah menikmati beragam rintangan yang tersedia, di trek lurus Em-Plus coba memastikan fungsi lampu indikator rpm. Alhasil bila rpm mesin melebihi batas yang ditentukan, maka lampu akan menyala, tanda posisi persneling harus segera dipindah.

First Ride Suzuki Titan 115


Umbar Torsi Berlebih

4677suzi-titan-dvd-1.jpg"Kami sangat bangga dan terima kasih karena ditunjuk sebagai tempat pertama yang disinggahi Suzuki Titan 115,” ungkap Ronny Kurniawan, Direksi Medan Jaya, selaku salah satu main-dealer Suzuki di Jogja.

Ungkapan itu sekaligus menandai hadirnya varian bebek baru dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku penjual Suzuki di Indonesia. Lewat Suzuki Titan 115, kini segmen pasar bebek low-end 110 cc pabrikan berlambang ‘S’ itu akan beralih. Dari Suzuki New Smash, kini menjadi Suzuki Titan 115.

“Kami coba tawarkan produk baru ke konsumen. Memang, beberapa tahun ini Smash belum dilakukan penyegaran,” ungkap Setiawan Surya, Direktur Marketing 2W SIS. Ya, Suzuki Smash sendiri sudah beranjak 8 tahun usianya. Dan, terakhir dilakukan penyegaran di 2006 lalu.4678suzi-titan-dvd-2.jpg

“Semoga dengan hadirnya Titan, bisa membawa Suzuki kembali ke masa jayanya,” tambah Setiawan yang ramah. Apalagi, Titan memang mengusung ubahan yang cukup drastis ketimbang versi Smash sebelumnya.

Meski masih mengusung nama depan Smash, tapi secara spek engine semua yang diaplikasi Titan tergolong baru. Berbeda dengan Smash atau New Smash. Itu Em-Plus rasakan ketika melakukan first ride pacuan yang punya isi silinder 113 cc itu di Jogja. Tentunya, atas undangan PT SIS yang bertajuk media gathering.

Dengan Suzuki Titan 115 tipe SR, Em-Plus coba lakukan first ride dengan berkeliling Kota Gudeg itu. Seperti yang disebutkan di atas, menunggangi varian yang digolongkan sebagai bebek 115 cc itu terasa beda ketimbang menunggangi New Smash.

Hal ini, bisa disebabkan dari konfigurasi stroke dan bore yang diaplikasi Titan. Jika varian New Smash hanya mengusung piston 53,5 mm dan langkah 48,8 mm, kini Titan hadir dengan diameter piston 51 mm dan stroke 55,2 mm.

4679suzi-titan-dvd-3.jpgPerbedaan ini, sangat terasa melalui torsi awal yang ditawarkan. Dengan stroke yang lebih panjang, tenaga bawah yang dihasilkan jadi lebih menghentak. Sehingga, untuk memulai perjalanan tak perlu membuat putaran mesin berkitir lebih tinggi.

Tenaga yang ditawarkan ini berlaku untuk semua gigi. Torsi yang dimiliki terasa cukup besar. Tentunya dari kelebihan ini, bisa mempengaruhi pada tingkat konsumsi bensin. Ya, dong! Kan, dengan memutar grip gas sepertiga putaran saja motor sudah bisa berjalan. Sehingga, bukaan skep dari karburator Mikuni VM18SH yang diaplikasi tidak perlu membuka terlalu tinggi. Bahan bakar pun, jadi tak perlu banyak menyembur ke ruang bakar.

“Ini salah satu kelebihan dari banyak kelebihan yang coba Suzuki tawarkan. Dengan desain baru, Titan juga sudah diyakini minim getaran dan noise. Juga, responsif di putaran bawah dan menengah,” pasti Joko Utomo, Deputy GM Marketing 2W SIS.

Selain dari power dan torsi berlebih yang dimiliki, sepertinya Titan tetap mewariskan apa yang dimiliki varian sebelumnya. Handling yang dimiliki, tergolong gesit. Untuk bermanuver dengan Titan di tengah padatnya kota Jogja, tergolong mudah.

Tetapi, saking mudahnya setang jadi seperti enteng sih. Mungkin jika komstir lebih dikencangkan lagi, akan makin mantap buat bermanuver. Kelincahan yang diaplikasi, tidak terlepas dari jarak sumbu as roda yang dimiliki.4680suzi-titan-dvd-4.jpg

Jika Smash punya jarak sumbu roda 1.240 mm, maka Titan yang juga kepanjangan dari ‘Tiada Tanding’ ini memiliki wheelbase 1.225 mm. Meski lebih pendek sedikit, tentu tetap akan pengaruhi handling dong!

Oh ya! Secara disengaja, Em-Plus coba sedikit bermain dengan gigi persneling ketika berhenti di lampu merah. Dari gigi 4 yang terakhir dipakai, untuk kembali ke posisi netral dicoba dengan menginjak tuas ke depan. Eh, taunya tetap bisa. Artinya, memiliki tipe rotari lho.

Bicara soal kelebihan lain yang diaplikasi Titan 115 ketimbang Smash, tentu masih ada lagi. Yaitu, teknologi lebih di sektor karburator. Makanya, boleh dibilang, Titan merupakan penyempurnaan dari Shogun dan Smash.
“Titan memiliki teknologi Throttle Position Sensor di karburator. Ini membuat pencampuran bahan bakar dan udara semakin sempurna. Ini juga yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit,” tutur Hariadi, 2W Marketing-Service Area Respresntative Group Leader Assistant Manager SIS.

Memang! Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam, Em-Plus menjajal Titan untuk menempuh jarak 22,1 km. Konsumsi bensin yang terpakai, hanya 350 cc.

Itu artinya, Titan sanggup menghabiskan 1 liter Premium untuk jarak 65 km. Tentunya, dengan kondisi jalan yang stop and go. Misal, berhenti di lampu merah layaknya berkendara normal.

Bicara soal harga, sayang seribu sayang! Sebab, seperti yang ditegaskan oleh Joko tadi. Kesempatan kali ini memang bukan untuk launching produk. Tapi, baru sebatas memperkenalkan Suzuki Titan 115 kepada media.

“Kita ada tiga model yang ditawarkan. Titan 115, Titan 115R dan 115SR. Harga terendah bermain di kisaran Rp 10,5 jutaan. Yang jelas, di bawah kompetitor kita lah,” buka pria ramah dan dandy itu sembari bilang bahwa Titan 115 bakal mengaspal resmi pada 25 Mei.
buktikan............

troble yang sering timbul pada suzuki satria FU 150

  1. Motor baru biasanya nembak2 suara knalpor pd saat lepas gas.Solusinya : Biasanya ganti Pilot Jet yang lebih besar ukuran kisaran 17,5 bisa pakai punya shogun atau 22 bisa pakai Kitaco walau ukurannya bukan sebenarnya. Konsumsi bensin pasti agak2 sedikit nyedot degh. Atau bisa juga dari faktor baut knalpot yg di blok kendor atau bocor.
  2. Suara mesin cek..cek..cek..(yah kira2 begitu deh suaranya) pada saat dingin dan setelah mesin panas suaranya hilang. Itu tanda dari baut penonjok tensioner haus atau pernya sudah lemah. Resikonya rantai keteng loncat dan pastinya klep nonjok ke piston, hancur deh :))Solusinya : Ganti baru dengan harga yg cukup mahal 100rb lebih, atau bisa diakali dengan beli punya Suzuki smash kira2 50rb trus tambah daging ke tukang bubut. dipasang lg hasilnya setelah 2 thn gak ada masalah sampai karang. Tambahan : Bisa Juga dengan membuat drat baru di tensioner luar dan diganti dengan baut yang panjang untuk nonjok sampai ke dalam, jadi itungannya kita tinggal mengencangkan baut secara manual apabila suara rantai keteng kita sudah mulai brisik.
  3. Suara rantai dan gir klotok - klotok.Solusinya : Bisa dari girnya sudah haus minta diganti yg baru atau tanda stelan rantai terlalu keras, so.. tinggal distel ulang jangan terlalu kendor jangan terlalu keras yang sedang2 saja dirasa pake jari ketegangan rantainya.
    => bisa juga as gir depa kering, jadi beri oli di as gir depan.
  4. Pasang karbu Keihin PE 28mm ( Karbu SP)Solusinya : Ganti kabel gas dan disesuaikan panjangnya bisa juga pakai originalnya tapi harus dipotong dan di solder ujungnya agar pas. Jangan pakai spuyer aslinya ganti disesuaikan dengan kondisi motor, semisal bisa pakai pj/mj 17,5/120 atau 17,5/115 (kondisi standar). Herannya malah jauh lebih hemat bensinnya, logikanya kita buka gas sedikit saja sudah ngacir. Trus diusahakan untuk mencopot kran bensin vakum ganti dengan kran bensin manual bisa pakai punya kitaco atau merk lainnya, untuk mencegah kalau2 sampe banjir bisa langsung ditutup aliran bensinnya dan bisa mempercepat aliran bensin ke karbu.
  5. Meningkatkan PerformaStep - Stepnya :- Ganti Pilot Jet dan Main Jet (kalo bisa original karena ukurannya pas)
    - Ganti Karburator bisa SP PE28(Recomended), Punya Ninja, RX-King (Recomended), PWM 28 Vacuum kalo gak salah, dll, tergantung minat dan kantong :).
    - Ganti knalpot berikut silincernya, bisa pake model freeflow seperti Endurance stainless(recomended for circuit use) atau carbon(recomended for street only), Yoshimura Titan, DBS.
    - Ganti CDI non limiter bisa pakai Lek Step 1 kisaran 1jt, Lek Step 2 kisaran 1,7jt, Shindengen kisaran 800rb, Shindengen E8 kisaran 1,8jt, Mr. Ya kisaran 4jt, BRT kisaran 650 - 900rb, XP kisaran 700rb, Rextor kisaran 800rb.
    - Ganti Koil racing bisa pakai Blue Thunder kisaran 125rb, Nology Hotwire kisaran 1,5jt, YZ 250 kisaran 750rb.
    - Porting Polish Headnya biaya kisaran 100rb 1 lobang.
    - Paking head ke blok yang besi di copot 2 karena dia ada 3 lapis bisa meningkatkan akselerasi dan kompresi naik.
    - Tutup lobang katalis dgn membuat paking dr besi atau besi babet sesuai dengan bentuknya.Dan lobang di bawahnya ditutup dengan baut topi ukuran 8 dengan drat 10. atau bisa di tap dan disumpel baut 10.
    - Ganti gir depan dan belakang sesuai dengan setingan motor.
    - Ganti ban kecil depan belakang (not recomended) , resiko kalo hujan daya cengkram ban ke aspal sedikit, dan kalo belok kecepatan tinggi resiko traksi hilang dari aspal.
    (Recomended) ban ukuran dpn 80/90/17, blkng 90/90/17, cari soft compound.
    - Lampu kurang terang bisa ganti dengan bohlam Halogen apa saja atau bisa pakai Philips 35/35/12w, atau mungkin bisa pake HID khusus motor.
    - Klakson kurang kencang bisa ganti yg stereo(double) dengan ditambahkan relay mobil, harga bisa bervariatif.
    - Piston bore up bisa pakai scorpio dengan crankcase di bubut juga, FXR atau bisa pakai ukuran lain, Yang pasti cc naik dan akselerasi tambah yahud. Biaya dr 900rb - ?? tergantung minat. Resiko semakin besar cc dibawa hariannya makin tidak enak gak bisa pelan, karena stroke naik dari standarnya.
    - Camshaft dibubut sesuai dengan settingan yang diinginkan.
    - Ganti per kopling.
    - Ganti per Klep (Not Recomended) karena banyak yg kejadian patah dan membuat klep bengkok atau bisa patah, makan biaya lagi tuh..
    - Naikkan derajat pengapian(Not Recomended) resiko cam menghajar klep.
    - Suara Rem blakang serasa membawa tikus di ban nyit nyit nyit, tanda kanvas rem kotor, buka dan bersihkan dan diamplas sedikit atau stelan rantai kiri dan kanan di arm tidak pas. Coba untuk menyetel ulang.
    - Bensin pakai pertamax plus, bisa menambah performa dan menghemat karena pembakaran lumayan sempurna. Atau pakai pertamax, diusahakan jangan sering mengganti2 bahan bakar karena menyebabkan kerak di ruang pembakaran.
    - Oli pakai yang semi sintetic jangan yang terlalu encer seperti 5w/40. Minimal 10w/40.
    by karim suzuki arjosari malang..........................

Tips & Trik Suzuki Spin 125



Fungsi kabel gas adalah untuk mengontrol dan mengatur putaran mesin sesuai keinginan pengendaranya. Pada Suzuki Spin 125, kabel gas sangat penting mendapatkan perhatian khusus. Karena, pada tipe skutik khususnya Suzuki pin 125, mesin langsung dihubungkan ke roda belakang melalui V-Belt. Dengan demikian, apabila putaran gas dibuka, otomatis roda belakang bergerak dan motor akan melaju.
Untuk itu diperlukan kabel gas yang mudah dan lancar dioperasikan, agar pada waktu buka tutup gas dapat berfungsi dengan baik. Apabila gas tidak berfungsi dengan baik atau terjadi kemacetan maka akan berakibat fatal. Dimana pada jenis skutik, saat putaran rendah motor tidak akan bergerak dan pada putaran tinggi motor akan susah dikendalikan.

Berikut ini perawatan kabel gas yang dapat dilakukan pada Suzuki Spin 125 atau motor skutik lainnya:
1. Sebelum menghidupkan motor, periksa kabel gas, apakah masih berfungsi dengan cara grip gas beberapa kali.
2. Apabila terdapat karat pada bagian dalam kabel dan terjadi kemacetan sehingga tidak dapat ditarik lagi, gantilah dengan kabel yang baru.
3. Bersihkan dan oleskan Gemuk jika kabel gas terasa sedikit yang baru.
4. Kabel gas Spin memiliki rute yang panjang, sehingga memerlukan pengecekan yang lebih sering.
Anda juga dapat mengikuti prosedur seperti yang terdapat pada gambar-gambar di bawah ini.
a. Poros Kemudi
Periksa kondisi kabel gas yang menuju grip gas. Pastikan kabel gas tidak terjepit, perbaiki dengan cara mengendurkan klem dan hindari dari kondisi tertekuk atau ada bagian yang terkelupas.
b. Rangka belakang
Periksa kondisi kabel gas yang menuju karburator. Pastikan kabel gas tidak terjepit; perbaiki dengan cara mengendurkan klem dan hindari dari kondisi tertekuk atau ada bagian yang terkelupas.
Bila rute kabel tidak sesuai, perbaiki rute seperti ilustrasi yang ditunjukkan.
c. Atur jarak main kabel gas 2,0 - 4,0 mm. Setel jarak main kabel gas dengan cara mengatur penyetel 2 dan mur pengunci 1.
Untuk memudahkan dan mendapatkan hasil yang optimal pada motor anda, dianjurkan untuk melakukan perawatan berkala dengan membawa motor ke Bengkel Resmi Suzuki.
Selamat mencoba!
by karim suzuki arjosari Malang

suzuki stria fu 150

Mengacu pada Standarisasi   
by karim 085649515185

Karburator dapat diartikan sebuah jantung bagi sepeda motor. Karena, tanpa piranti penyuplai bahan bakar ini, mesin motor tak akan berfungsi. Untuk itulah perlu adanya perhatian khusus terhadap part ini. Adanya kendala yang menghambat aliran bahan bakar pada karburator, dapat membawa petaka pada tunggangan kesayangan anda.

Perawatan maupun setting karburator bisa dilakukan sendiri. Akan tetapi, karena adanya bagian- bagian penting yang ada di dalam karburator ini, disarankan oleh Sahid, Service Manager Suzuki Milenium, untuk mempercayakan kepada bengkel resmi Suzuki (BeReS). Dengan Rp. 12.500 saja, BeReS akan menangani semua masalah pada karburator.

“Langkah awal yang harus dilakukan sebelum menyetel karburator adalah dengan melihat spesi fikasi dari tipe motor. Karena setiap tipe, spek yang ada pada jeroan karbunya pasti berbeda”, jelas Sahid. Sebagai contoh, Satria F150 mempunyai Main Jet berukuran 112,5 mm, 12,5 mm untuk Pilot Jet dan 1 ¾ untuk putaran Pilot Air Screw-nya.

Kita juga bisa melihat kondisi motor. Apakah sudah ada perubahan ataupun penambahan pada parts pendukung, seperti knalpot racing atau yang lainnya. Karena adanya pernggantian ini bisa mempengaruhi setelan pada karburator. Jika mendapati hal ini, spesifikasi pada karbu pun harus ada perubahan. Jeroan pada karbu harus dirubah 2,5 – 5 step dari spek standard.


Jika semua kondisi karburator sudah dicek, tiba giliran kita untuk menyetelnya. Hidupkan mesin motor, pertahankan gas pada RPM 1.500 – 1.600. Kemudian, putar setelan udara (pilot air screw) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan mengacu pada standarisasi yang sudah ada, kita akan mendapatkan hasil setingan yang sempurna.